Jumat, 27 Maret 2015

Pengalamanku menjadi kepala sekolah

Apa sih istimewanya..??
Jadi kepala sekolah..ah..biasa  aja..
Yaaa...
Mungkin bagi seorang guru adalah prestasi berkaitan dengan profesinya sebagai pendidik..
Tapi bagi saya, Subhanallah..tidak pernah mimpi apalagi berangan-angan menjadi kepala sekolah..
Koq bisa..???
Ternyata bisa dan saya di amanahi sebagai kepala sekolah SMK Islam Terpadu Al-Ummah, Ciputat, Sawah Lama..
Berawal dari saya melamar menjadi guru untuk mengajar di sekolah tersebut, untuk mata pelajaran kewirausahaan.
Karena melihat kondisi sekolah, lalu saya ngobrol banyak tentang sekolah...OMG..malah saya ditodong menjadi kepala sekolah...
Kaget..karena saya hanya berpendidikan ilmu politik...
Tapi bismillah ..saya terima dengan syarat jika saya sudah merasa tidak mampu akan mengundurkan diri..
AllahuAkbar...benar- benar saya harus belajar ilmu pendidikan..menyusun jadwal pelajaran,kurikulum dan sebagainya..
Bukan itu saja ..saya harus memikirkan pemasaran, promosi sekolah...serasa memiliki sekolah sendiri..hehe..
Luarbiasa beban yang ku tanggung..
Menata sikap guru dan siswa agar mereka pe de sekolah dan mengajar di Al-Ummah..
Tidak mudah...saya harus belajar menahan emosi...
Pernah sebulan saya memarahi siswa dan guru...sehingga saya capek hati sendiri...
Akhirnya ..saya mengambil hikmah ..tidak bisa menghadapi semua ini dengan emosi...saya belajar menahan diri..
Jika sudah tidak bisa di beri peringatan..saya hanya berdo'a semoga mereka semua bisa berubah...

Guru wajib bisa nge-blog

Blog itu apa sih???
Blog adalah salah satu media untuk menyebarkan kebaikan..
(Dedi.Dwigatama, guru blogger berprestasi)
Mengapa guru perlu kudu wajib punya blog???
Karena saat ini di era serba teknologi, anak didik di kelilingi oleh media informasi yang seringkali cenderung negatif.
Dalam rangka membendung informasi tersebut maka guru-guru kudu wajib menulis informasi kebaikan.
Guru dapat menulis tentang mata pelajaran, cara bergaul di usia remaja dan sebagainya..tulislah semua tentang kebaikan

Yang penting dalam ngeblog :
1. Buatkan ikhlas sebarkan kebaikan dan ilmu
2. Tidak perlu merasa galau jika blognya sepi
   pengunjung
3. Jangan mengharap uang..menuliskan 
   kebaikan..rezeki akan mengalir..
(Amiroh, guru blogger berprestasi)

Semoga bermanfaat..
(Reportase acara kopdar nasional guru blogger milad 1 tahun komunitas sejuta guru ngeblog)

Perencanaan Keuangan Ibu Rumah Tangga

Ibu rumah tangga pusing dengan pengeluaran belanja sehari-hari  sudah umum di dengar...
Ibu rumah tangga suka ngutang sana sini
Ibu rumah tangga suka belanja ini itu .
Dan berbagai macam cerita dan kisah ibu rumah tangga berkaitan dengan keuangan keluarga...
Berubah dong...
Iya..saatnya berubah...
Mulailah berpikir untuk mengelola keuangan...
Biaya hidup semakin tinggi...
Biaya sekolah sudah pasti ikut naik juga...
Jika tidak sekarang berpikir untuk mengelola keuangan rumah tangga dengan baik, sudah tentu akan mengalami kesulitan

Contoh di tahun 2000 -2004 dengan membawa uang Rp. 350.000,- saya sudah dapat membeli perlengkapan rumah tangga komplit, namun saat ini di tahun 2015 dengan uang sama tidak akan dapat lagi. Bayangkan, dulu saya membuat catatan tentang keuangan, berdasarkan catatan yang di buat bahwa saya butuh sekian juta agar cukup.
Namun setelah pendapatan di dapat sesuai catatan keuangan yang telah di rencanakan  malah saya tetap merasa tak cukup...
Mengapa...karena telah terjadinya inflasi, barang-barang semakin mahal..

Lalu apa yang harus di lakukan..??
1. Semakin selektif  dalam berbelanja, belanjalah sesuai kebutuhan bukan keinginan..
2. Jika belanja, buat catatan, usahakan belanja tidak di mall atau supermarket serba ada yang besar. 
    Mengapa agar kebiasaan cuci mata nya berkurang...
3. Jika mendapat uang bulanan dari suami, langsung di masukan ke dalam amplop apa saja yang menjadi
    kebutuhan sebulan misalnya uang belanja dapur sekian, uang bayar telepon, listrik, internet sekian,  uang 
    bensin sekian, uang jajan anak sekian dan seterusnya...agar terkontrol keuangan kita
4. Menabung...jangan di ambil dari uang sisa karena tidak akan pernah sisa...hehehe...jadi disisihkan 
    langsung...
5. Bagi ibu rumah tangga yang belum memiliki tambahan penghasilan dan berkeinginan untuk memulai 
    bisnis..segera ACTION...Mulailah, jangan kebanyakan mikir, belum mampu untuk produksi sendiri, bisa 
    dengan cara reseller..prinsipnya dimana ada kemauan pasti ada jalan, banyak jalan menuju   
    masjidkaaan..???
6. Jika sudah memiliki bisnis, jangan meremehkan hasil yang diperoleh, besar kecilnya..dinikmati dan di 
    kelola sedemikian rupa...
7. Jatuh bangun dalam bisnis adalah hal biasa..MOVE ON..berusaha terus, insyaallah sampai waktunya tiba,
    apa yang diimpikan tercapai
8. Buatlah prosentase pengeluaran dalam rumah tangga. 50% untuk konsumsi sehari-hari, 10% untuk 
    menabung, 10 - 20% untuk investasi, sisanya dapat digunakan untuk cicilan dan kredit rumah.
    Dan jangan lupa anggaran sedekah untuk berbagi kepada yang membutuhkan
9. Setelah di kalkulasi ternyata pendapatan yang sudah ada masih belum mencukupi segera mencari 
    penghasilan tambahan.
10. Yang terpenting dan utama adalah DISIPLIN dengan perencanaan keuangan yang telah di buat...
(Di sari kan dari berbagai sumber)

Aku bukanlah ibu yang sempurna

Sebagai seorang perempuan yang  menikah dan memperoleh  anak adalah sebuah kebahagiaan. Tapi kemudian menjadi repot dengan kegiatan rumah, anak-anak, dan mengurus suami, berusaha di nikmati  saja meski pun terkadang sering menjadi galau...hehehe..
Iya..galau..koq kerjanya dapur, sumur, kasur..???
Terkadang muncul  perasaan iri melihat teman-teman yang kerja kantoran...Namun seiring perjalanan waktu, aku merasa syukur karena anak-anak lebih dekat kepada umminya dalam berbagai hal, meskipun sebenarnya aku seringkali galak.

Ada sebuah kisah yang membuatku tersenyum.  Di kisahkan oleh anak lelaki ku yang bernama Iqbal.
Suatu hari teman-temannya pada main ngumpul-ngumpul di rumah.
Salah satu teman yang perempuan bertanya," mama mu galak ya?". Lalu di jawab anakku," gak, ummi ku gak galak".
Setelah teman-teman sekolahnya  pulang,  dia menghampiri ku dan bercerita bahwa ada salah seorang  teman dia, mengatakan aku galak..
Aku tertawa dan balik bertanya," menurut kamu bagaimana mas?". Dia menjawab," ummi tidak galak". "Ah, masa..tapikan ummi suka marah kepada kamu?". Dia terdiam sambil berpikir. Aku membantu menjawab," menurut mu ummi marah ada sebabnya ya?". Dia pun mengangguk dan berkata," iya, kan memberitahu mana  yang baik dan benar".

Subhanallah...padahal aku selalu merasa berdosa kepada mereka karena seringkali ngomel, cerewet kepada mereka...
Sebagai ibu,  diri ku  bukanlah ibu yang sempurna bagi anak-anak.
Bukan berarti aku merasa  gagal menjadi ibu bagi  mereka,  tetapi lebih kepada ideal nya seorang ibu menurut pandanganku.
Aku bukanlah ibu yang melahirkan generasi hafidz dan hafidzoh, seperti teman-teman ku. Mereka bangga  menceritakan bahwa anak-anaknya sudah hafal sekian juz. Sedangkan anak-anakku adalah anak yang biasa saja, tidak memiliki prestasi dalam hafalan Al-quran. Namun demikian, Alhamdulillah untuk pelajaran agama mereka mampu menerima dengan baik.  Meskipun tidak sebanyak anak-anak temanku  tetapi anak-anak ku memiliki beberapa hafalan.
Mungkin sebagian teman-temanku mengharamkan televisi, sosial media, dan sebagainya..
Malah anak-anakku akrab dengan itu semua..tapi sebagai ibu aku benar- benar keras kepada mereka...
Kekhawatiran terhadap hal-hal negatif dampak dari media tersebut menghantui pemikiran ku  juga.
Tapi aku seringkali menyampaikan ke mereka tentang kekhawatiranku, Alhamdulillah mereka merespon dengan baik.

Bagi ku menghadapi anak-anak adalah :

1. Jadilah diri sendiri..jika belum mampu mendidik anak menjadi seorang 
    hafidz atau hafidzoh, do'akan semoga mereka di beri kemudahan
2. Didiklah  seperti main layang-layang.
    Kadang kita ulur, kadang kita tarik.
3. Selalu berusaha memperbaiki karena tidak ada manusia yang sempurna 
    begitu juga dengan anak, marahlah  sepantasnya saja.
4. Beri lingkungan positif dalam rumah
5. Jika ada konflik antara ibu ayah tidak melibatkan anak- anak..
6. Meskipun sedang ada masalah dalam rumah tangga berusaha menahan diri
    di depan mereka
7. Kemauan kuat untuk menjadi orangtua yang ramah dan peduli kepada 
    mereka
8. Didiklah sesuai umur mereka
(di sarikan dari berbagai sumber)