Rabu, 16 Maret 2016

Hidup adalah pilihan

Hidup adalah rangkaian peristiwa
Untaian cerita, penuh suka dan duka
Silih berganti..

Masalah yang hadir adalah sebuah pembelajaran kehidupan
Seringkali masalah merupakan kisah dari yang tak di inginkan

Menangis, marah, kesal dan setumpuk kekecewaan hadir di kala masalah melanda
Akibat terburuknya adalah stress atau malah depresi

Sebagai manusia yang di anugerahi keimanan oleh Sang Maha Kuasa
Rasanya bodoh dan tolol jika harus menuruti hawa nafsu

Sabar...ya itu lah pantas di latih
Tertatih...perih...
Tapi sadar lah...pasti semua itu akan menghadirkan keindahan
Yakini itu...

Hidup adalah pilihan...
Jika tak mampu bertahan dalam masalah
Buat pilihan ...
Jika masih mampu berjuang melawan...
Lanjutkan...
Setidaknya jika saatnya memilih
Itulah yang terbaik, karena sudah berjuang!!!

Hidup adalah pilihan
Pilihlah yang sesuai Kehendaknya...
Berpikir sebelum memilih
Berjuang sebelum memilih
Dan akhirnya...
Sang Kuasa meridhoi pilihan mu...

Sabtu, 12 Maret 2016

Hidup adalah KehendakNya

ISLAM adalah agama yang ku dapat kan sejak lahir
Otomatis sesuatu yang sudah di dapat, perjuangannya akan beda dengan sesuatu yang di raih

Aku mengenal ISLAM sebatas ritual ibadah dan berperilaku baik

Ternyata ISLAM itu menyeluruh dan harus di pelajari secara utuh, bukan sepotong-potong

Lahir dari keluarga yang biasa saja, mengenal ISLAM secara biasa saja, tidak melakukan hal yang di larang agama, menurut versi kami.

Aku mulai rajin ibadah seperti shalat dan puasa sekitar kelas 4 SD, itupun masih bolong-bolong untuk kondisi tertentu, seperti dalam perjalanan. Mungkin di karenakan belum mendapat ilmu tentang shalat jamak dan sebagainya

Perjalanan spiritualku di mulai semenjak aku kuliah.
Aku melihat mahasiswi berjilbab panjang dan bergamis seliweran di sekitar masjid kampus.
Dalam hati kecilku berkata,"koq mereka berpakaian begitu, apa yang mereka ikuti"

Dan setelah aku mengikuti kelas mentoring untuk pelajaran agama, dari situlah titik awal aku berkenalan dengan ISLAM secara kaffah.
Aku ikut lanjutan mentoring (meskipun trman-teman kuliahku tidak ada). Kami di bimbing oleh seorang kakak yang di panggil Murrobi.
Aku berkumpul dengan mahasiswi yang beda fakultas. Waktu itu mereka semua usianya di atas ku.

Perubahan mulai terjadi pada diri ku, aku memakai hijab dan mulai menata cara ku berpakaian.
Masa itu koleksi ku yang banyak adalah celana jeans dan kaos. Namun pelan-pelan akhirnya aku memiliki busana yang syar'i

Ya, semenjak itu aku aktif di masjid kampus di bawah naungan Lembaga Da'wah Kampus.
Aku sibuk dengan kegiatan menghadiri seminar Islam, Bazar buku-buku Islam dan mendapatkan amanah untuk menjadi pembina mentoring adik kelas.

Seru, banyak pengalaman yang kudapatkan. Aku yang minim dalam urusan agama akhirnya mau tak mau ilmu ku bertambah

Hidupku untuk ISLAM. Segala sesuatu berpedoman pada Al-qur'an dan As-sunnah. Meskipun aku kuliah di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yang penuh dengan ilmu dunia berupa pemikiran sekuler, namun tak menyurutkan langkahku mendalami ISLAM.

Apakah tidak muncul sebuah kekhawatiran dalam diriku, bahwa aku "terjerumus" dalam sebuah aliran keagaman yang aneh???
Ada sih perasaan seperti, namun aku selalu berusaha menjaga pikiran positifku dan melihat belum ada penyimpangan dari yang di pelajari ku sejak kecil.
Dengan kata lain, aku bersikap siaga dan waspada.

Kehidupan yang di dasarkan pada ISLAM yang kaffah itu yang ingin kami sampaikan. Bagaimana hubungan antara laki-laki dan perempuan, bagaimana akhlak seorang muslim, apa makna syahadat bagi seorang muslim dan lain sebagainya.
Kami tidak hanya belajar, tapi juga mempraktekkannya dalam keseharian.

Mungkin aku mulai kelihatan "aneh" bagi sebagian teman-temanku. Tapi aku tetap bersikap baik kepada mereka dan berusaha untuk menyelesaikan kuliah tepat waktu.
Karena bagiku itu adalah bagian dari da'wah ku kepada mereka juga.

Di angkatan, hanya aku yang berjilbab, namun Alhamdulillah akhirnya 2 orang temanku mulai mengikuti jejak ku berjilbab. Mereka juga belajar ISLAM dengan ku.