Minggu, 26 Juli 2015

Profesi ibu rumah tangga juga keren..!!!


Sebagai perempuan yang memilih profesi sebagai ibu rumah tangga bukanlah perkara mudah.  Semua perempuan yang telah menikah apakah dia memiliki keturunan atau belum, sudah pasti akan melekat status ibu rumah tangga.
Persoalan yang muncul, status tersebut secara tidak langsung seringkali membawa dilema.
Mengapa?
Karena status ibu rumah tangga dianggap bukan sebuah profesi yang keren malah cenderung di remehkan.  Seringkali terdengar ungkapan, saya mah apa atuh, hanya ibu rumah tangga saja".
Tanpa di sadari ucapan tersebut berdampak kepada kejiwaan seorang ibu rumah tangga. Merasa tidak di hargai, kurang percaya diri dan malah menciptakan sikap mental block.
Kenapa ini bisa terjadi?
Ada beberapa hal yang bisa di jadikan bahan renungan bagi ibu rumah tangga :
1. Profesi ibu rumah tangga tidak menghasilkan uang, padahal jika di tinjau dari segi agama, profesi seorang ibu sungguh mulia. Dari seorang ibu lah, semua manusia menerima ilmu pengetahuan
2. Bagi sebagian masyarakat terutama di daerah pedesaan, masih banyak anggapan bahwa perempuan adalah manusia kelas dua yang posisinya harus tunduk, patuh dan taat pada laki-laki sebagai suaminya.  Ini tanpa disadari mengkerdilkan mental perempuan, tidak boleh mengambil keputusan sendiri
3. Selain itu, dari diri dalam diri perempuan sendiri. Merasa bahwa jika sudah sekolah tinggi hanya menjadi ibu rumah tangga akan malu, tidak berguna dan kurang percaya diri. Iya, ibu rumah tangga hanya berkutat di dapur, simur dan kasur. Tidak bisa menjadi dirinya sendiri.
Dari ketiga hal diatas apa yang harus di lakukan agar seorang perempuan itu bangga dengan profesinya sebagai ibu rumah tangga :
1. Seorang perempuan harus bisa jujur dengan diri sendiri bahwa dia nemilih menjadi ibu bagi anak-anaknya untuk apa. Tentukan visi dan misi.  Agar jika suatu saat mengalami penurunan semangat masih bida di support melalui visi dsn misi yang telah di tuliskan
2. Pihak keluarga pun harus bisa menerima kondisi anaknya yang akhirnya memilih profesi ibu rumah tangga.
Tidak perlu diomelin dan dinasehatin. Justru selalu memberi semangat di saat sulit mengurus rumah tangganya
3. Bergaullah dengan ibu rumah tangga yang berpikir positif. Banyak ilmu yang di peroleh sehingga meningkatkan kualitas dan kemampuan diri
4. Berdo'a kepada Yang Maha Kuasa agar selalu di beri keteguhan hati.

Perjalanan spiritualku terhadap Ramadhan...

Gambar download dari nisahome.com


Awalnya bagi ku Ramadhan  sangat melelahkan. Mengapa? Koq bisa seperti itu?
Itulah yang menjadi perenungan panjang dalam hidupku. Sehingga akhirnya bisa menikmati Ramadhan tanpa beban.
Setiap kali Ramadhan tiba, yang ku lakukan menghitung hari, harus memikirkan ntar bukaannya apa ya, sibuk dengan segala sesuatu yang bersifat fisik.
Padahal bukan itu makna dari berpuasa di bulan Ramadhan. Seharusnya Ramadhan adalah bulan  loading, tinggal landas dalam beribadah kepada Sang Pencipta.
Tidak capek memikirkan berbuka dengan apa ya, sudahkah busana lebaran dan pernak-perniknya disiapkan, mudik apa tidak dan lain-lain sebagainya.
Lama baru bisa ku temukan arti Ramadhan yang indah. Memang butuh proses, sampai saat ini pun masih terus belajar.

Agar puasa Ramadhan berasa nikmat, ada beberapa kiat yang ku lakukan :
1. Membiasakan diri untuk berpuasa sunnah di bulan selain Ramadhan, minimal puasa ayyumilbidh (puasa setiap bulan yang jatuh tanggal 13, 14. 15 H)
2. Melatih diri untuk mengkhatamkan Al-qur'an, jika tidak mampu 1 bulan 1 juz setidaknya pasang target menjelang Ramadhan tiba sudah lancar membaca Al-qur'an dan rajin tilawah
3. Melatih diri untuk melakukan ibadah sunnah, seperti qiyyamullail, sunnah rawatib dan sebagainya
4. Memilih menu makanan yang sesuai dengan saran ahli kesehatan, agar di bulan Ramadhan tidak merasa pusing, mual dan sebagainya, karena terjadi proses detoksifikasi dalam tubuh. Sedapatnya memperbanyak makanan berserat dan menghindari makanan pedas serta asam
5. Jika ingin belanja persiapan lebaran jauh-jauh hari agar tidak mengganggu konsentrasi ibadah Ramadhan
6. Selalu berdo'a dan niatkan diri kepada Yang Maha Kuasa agar Ramadhan menjadi bagian yang terindah di penghujung hidup ini.

Semoga perjalanan spiritualku yang sederhana ini dapat memberi inspirasi bagi yang lain
Hidup adalah proses menuju kebaikan. Yang kekal itu sudah pasti, tinggal bagaimana memperolehnya