Senin, 18 Mei 2020

Resep kue

#RESEPLANGSUNGENAK

kalau tadi saya sudah bagikan tips & trik untuk kue bawang tanpa ampia dan banyak dari sahabat LE Lovers yang minta diresepkan, jadi sekarang kita bahas keresep yaaaa.

Kue Bawang No Ampia, Tebal,Renyah dan Tidak meresap minyak

By. Mami Wiwin

Resep

Bahan:
- 1kg tepung terigu
- 2 sdm tepung tapioka
- 1 butir telur
- 65 ml santan kemasan k*r*
- 2 sdm margarin
- 3 sdm udang rebon diblender
- 1 bks penyedap roy**
- 15 siung/ 1 bonggol bawang putih ukuran kecil diblender
- 15 tangkai daun seledri diiris tipis
- 1/2 sdm garam
- 1/4 sdt micin (saya anak micin) boleh skip
- 1/2 sdm gula pasir (skip)
- 1/2 gelas air
- 1 kg minyak goreng

Caranya:
- ayak  tepung terigu & tepung tapioka terlebih dahulu
- dalam wadah campurkan bumbu,rebon,margarin,telur,garam,penyedap,micin,gula,santan,seledri,aduk sampai tercampur rata, masukan tepung dan air sedikit-sedikit sambil terus diadoni/diuleni sampai kalis.
-ambil adonan sebesar kepalan tangan pipihkan pake botol,kemudian digulung, setelah itu masukan kedalam frezeer biar cepat padat dan keras.
-Setelah adonan keras,ambil dan iris tipis lalu goreng diapi sedang sampai kuning kecoklatan.
-Angkat tiriskan, kue bawang siap dinikmati.

Selamat mencoba

Rabu, 02 Januari 2019

Rasa

Tidak ada yang tahu apa yang kita rasakan
Cukup Sang Maha Kuasa yang mengetahuinya
Rasa sedih adalah wajar, mendengar berita gembiramu

Sedih, iya, namun tidak mampu berbuat apa - apa
Itu yang terbaik ....

Ada hal yang sulit diungkapkan
Ada perbedaan antara kita
Jalan hidup berbeda, aku lebih memilih akhirat bukan hanya dibibir, tidak denganmu

Harus banyak yang kamu pelajari, disini letak perbedaan kita

Cukuplah rasa itu disimpan dalam hati, telah menemani perjalanan ini

Semoga bahagia, hidup sudah ada yang mengatur, berharap yang terbaik dari Allah

Jumat, 23 November 2018

Hujan

Hujan itu air
Diturunkan dari langit
Membawa keberkahan
Menyejukkan suasana

Hujan itu cerita
Terkadang tak dapat diungkapkan
Berkisah tentang rasa
Antara ada dan tiada

Hujan itu rindu
Yang menurut Dilan sih berat
Tidak menurutku
Bagaimana denganmu

Hujan itu resah
Jika lama tak berhenti
Jemuran tidak kering
Khawatir banjir menghadang

Hujan ... Hujan ... Hujan

Kamis, 12 April 2018

????

Terlahir sebagai manusia yang diajarkan budi pekerti
Ada hal yang tak pernah bisa kumengerti

Haruskah sayang dibalas dengan menyakiti

Dimana hati nurani?
Apakah tidak malu malah berbangga diri?

Atau sebenarnya tak ingin mengakui
Bahwa badan tak mampu tegak berdiri

Aneh, semua ini
Tak bisa kemungerti
Minta dihormati
Tapi menyakiti

Dimana harga diri?

Hai, segeralah introspeksi diri
Sebelum mati mendatangi
Dan saat itu tiada guna lagi
Hanya ada penyesalan diri

Ciputat, 13 April 2018

Rabu, 11 April 2018

Egomu

Jika kita mau sedikit tunduk, merendahkan hati, menggunakan potensi diri secara jernih dan positif, pasti akan melihat bahwa Sang Maha Kuasa menciptakan alam dan seisinya dengan keteraturan

Ada siang, ada malam
Ada bulan dan matahari
Yang tak pernah saling sikut untuk bisa
hadir duluan, tak sesuai aturan

Taat dan patuh atas takdir Ilahi Rabbi
Menjalankan perintah tanpa pernah membantah
Agar semua terlihat indah

Namun, manusia terlahir dengan nafsunya
Merusak segala - galanya

Merasa diri bak Sang Maha Kuasa
Bertindak sekenanya
Tanpa sadar bahwa dunia diciptakan dengan aturan
Berjalan secara prosedural

Ide aneh dan nyeleneh bermunculan
Seolah diri paling beneran
Namun sayang seribu kali sayang
Itu semua hanya pencitraan
Dan pada akhirnya pun hilang

Masihkah kita terus berjuang
Sedangkan Sang Pencipta telah melarang
Jangan berbuat curang
Yang akhirnya akan melayang

Marilah belajar dari alam
Keteraturan itu niscaya
Ikuti jalan petunjukNya
InsyaAllah akan ada bahagia untuk semua

Ciputat, 12 April 2018

Kamis, 16 November 2017

Hai Manusia

Adakalanya duka itu perlu
Sedih itu harus
Tangis itu dibutuhkan
Agar tidak sombong

Gembira selalu
Tawa terus
Terlena pasti
Lupa akan diri

Ternyata
Hidup ada ujian
Cobaan
Supaya selalu ingat

Dunia sementara
Akhirat kekal
Butuh bekal
Biar sadar

Ada Allah penentu segalanya

Rabu, 15 November 2017

Rintihan

Dalam heningnya malam
Bersimpuh berharap
Merintih perih
Menangis pilu

Pantaskah bersedih
Saat ujian menghadang
Duka panjang
Kapan sembuh?

Basah bibir
Dzikir mengalir
Mata berair
Inginkan berakhir

Berharap bertemu
Sandaran kalbu
Penghapus sendu
Menghibur rindu

Semoga berlalu
Kabut dihatiku
Melihat kehadiranmu
Dambaan hatiku