Secara umum, seorang ibu rumah
tangga tidak dapat di lepaskan dari tugas-tugas kerumahtanggaan, misalnya mendidik,
merawat dan membesarkan anak-anak.
Selain itu ia juga berperan penting dalam mengatur kebutuhan rumah
tangga seperti mengelola pengeluaran dan pendapatan sehari-hari. Di sela-sela kesibukan dan tugas rutinitasnya
yang padat, beberapa ibu rumah tangga juga harus mengurus pembayaran rekening
listrik, telepon, air dan antar jemput anak-anak dari dan ke sekolah. Semua itu sangat melelahkan. Kelelahan secara fisik ini dengan mudah
memancing emosi para ibu rumah tangga.
Gampang marah, membentak, mengomel, berbicara kasar, mencubit bahkan memukul.
Seorang ibu rumah tangga tidak akan pernah lepas dari dua hal yang
bersifat paradoks, yakni kesenangan dan kesedihan, senyum bahagia dan air mata
duka. Dalam konteks ini, ada dua hal
yang perlu di pahami, yaitu cara pandang dan mengatasi rutinitas rumah tangga
sehari-hari sebagai masalah. Pertama
cara pandang, jika seorang ibu melihat segala tugas di rumah adalah beban
masalah dalam kehidupannya maka jiwanya tidak akan tenteram. Sebaliknya, jika seorang ibu menganggap
sebagai inspirasi atau guru yang baik dalam kehidupan, maka ia akan hidup
tenteram dan damai.
Menurut Roger Daniel dalam bukunya yang berjudul Teknik-teknik
mengatasi emosi, bahwa emosi merupakan pengalaman rasa. Seorang ibu merasakan adanya emosi, tidak
sekedar memikirkannya. Ketika ia
mengatakan atau melakukan rutinitas pekerjaan rumah seperti memasak, mencuci,
mengepel, mengurus anak-anak dan suami maka emosi nya merespon bahwa harus
dilakukan dengan baik, tidak ada kendala.
Tanpa adanya tekanan kejiwaan, ia senang melakukan semua pekerjaan
tersebut.
Emosi dapat menjadi positif dan negatif. Emosi yang positif secara personal
menghasilkan perasaan yang menyenangkan.
Akan menimbulkan perasaan batin bahagia, tertawa, senang dan
gembira. Selalu bersikap optimis. Sebaliknya emosi yang negatif menampakkan
secara personal perasaan susah. Sedih,
murung, kecewa, marah, berkeluh-kesah dan menjadi pesimis.
Abu Hurairah Ra. berkata, seorang laki-laki berkata kepada Nabi
Saw, “ Berilah aku nasihat.” Beliau
menjawab,” Jangan marah.” Beliau
mengulanginya beberapa kali,” Jangan marah!” (HR. Bukhari)
Assalamu 'alaikum. Mbak Rina, kalau boleh kasih saran. Back groundnya dikasih warna terang atau soft. Jadi tulisan arsip blog bisa terbaca.
BalasHapus